Website OPD terbaru masih mencantumkan beliau pada jabatan tersebut.
Dan dokumen pemerintah memberikan bukti tambahan yang sangat kuat. Perjanjian Kinerja Disparpora secara eksplisit ditandatangani:
Smart Tourism Destination Platform MSN masuk tepat ke ruang kerja Kabid Pemasaran Pariwisata.
Website resmi Disparpora saat ini menampilkan:
Website juga menampilkan Eka Pratiwi Marsah, SE dan Kesmini, S.Pd. sebagai Adyatama Kepariwisataan/Ekonomi Kreatif.
Ada portal kelembagaan lain yang menambahkan Salahuddin, SE sebagai Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif serta Yusnita Siregar, SE sebagai Perencana Ahli Muda.
Kepala Dinas
Data paling mutakhir pada website OPD menunjuk:
Bakri Saputra, S.Pd., M.Si. — Kepala Disparpora Aceh Tenggara.
Ini penting karena SIMPARDA lama masih menampilkan Julkifli, S.Pd., M.Pd. sebagai Kadis, sehingga jangan gunakan nama Julkifli pada surat proposal sekarang.
4. Orang yang paling strategis untuk MSN: Indra Wahyudi
Untuk Aceh Tenggara, saya justru menempatkan:
INDRA WAHYUDI, ST
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata
sebagai Target No. 1 operasional.
Website OPD terbaru masih mencantumkan beliau pada jabatan tersebut.
Dan dokumen pemerintah memberikan bukti tambahan yang sangat kuat. Perjanjian Kinerja Disparpora secara eksplisit ditandatangani:
INDRA WAHYUDI, ST
NIP 19850723 200604 1 005
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata.
Bidang yang dipimpinnya bertanggung jawab antara lain atas kegiatan pemasaran/promosi pariwisata, penyusunan program pemasaran, pengembangan pemasaran wisata, monitoring serta evaluasi pemasaran.
Jadi secara substansi:
Smart Tourism Destination Platform MSN masuk tepat ke ruang kerja Kabid Pemasaran Pariwisata.
5. Target No. 2: Ferry Sinulingga
Ferry Sinulingga, S.Kep. — Kabid Industri dan Destinasi Pariwisata.
Ini target kedua yang sangat strategis karena bidang tersebut menangani daya tarik wisata, kawasan strategis/destinasi, usaha pariwisata, pengembangan destinasi serta fasilitasi jaringan pemasaran dan investasi.
Untuk bagian proposal MSN seperti:
One Destination One Digital Profile, Interactive Tourism Map, Tourism Supporting Infrastructure, Destination Readiness, QR Tourism, dan Tourism Development Opportunities, Ferry merupakan pejabat yang sangat relevan.
6. Kontak WA/HP — hasil pencarian
Saya melakukan pencarian khusus terhadap:
Bakri Saputra + nomor HP/WA
Indra Wahyudi + Aceh Tenggara + nomor HP
Ferry Sinulingga + nomor HP
serta publikasi Disparpora yang mengandung CP/WhatsApp/081/082/085.
Sampai tahap ini saya belum memperoleh nomor personal ketiganya yang dapat diverifikasi secara meyakinkan dari sumber publik pemerintah.
Jadi status database MSN:
WA Bakri Saputra: 🔎 belum terverifikasi
WA Indra Wahyudi: 🔎 belum terverifikasi
WA Ferry Sinulingga: 🔎 belum terverifikasi
Namun kita sudah memiliki telepon kantor (0629) 21251 dan dua alamat email untuk membuka komunikasi resmi.
7. Data internal yang sangat bagus untuk OPD Intelligence
Kita bahkan berhasil memperoleh sejumlah nama ASN yang berpotensi menjadi pintu masuk teknis:
Eka Pratiwi Marsah, SE
NIP 198504282010012014
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda.
Kesmini, S.Pd.
NIP 197703082010032001
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda.
Salahuddin, SE
NIP 197802192010011010
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda.
Yusnita Siregar, SE
NIP 198008152010012026
Perencana Ahli Muda.
Dedi Wahyudi, SE
Penyusun Rencana Permodalan.
Jamilah
Penyusun Program Anggaran dan Pelaporan.
Untuk pemasaran MSN, Yusnita/Jamilah menarik apabila nantinya kita ingin mengetahui pintu perencanaan program, sementara Eka/Kesmini/Salahuddin potensial sebagai PIC teknis pariwisata.
8. Ada target pemerintah 2026 yang bisa kita "tembak" langsung
Saya menemukan Indikator Kinerja Utama Disparpora Aceh Tenggara 2023–2026.
Untuk 2026, pemerintah menetapkan antara lain:
Sasaran strategisnya secara eksplisit mencakup meningkatkan daya saing pariwisata kabupaten dan meningkatkan kualitas SDM Pariwisata/Ekonomi Kreatif.
Ini sangat berguna untuk proposal MSN.
Proposal jangan mengatakan hanya:
"Kami menawarkan portal promosi pariwisata."
Tetapi:
Smart Tourism Aceh Tenggara diarahkan sebagai instrumen digital pendukung pencapaian indikator kinerja peningkatan kunjungan, lama tinggal wisatawan, daya saing destinasi, promosi dan pengembangan ekonomi kreatif.
Bahasanya menjadi jauh lebih masuk ke perencanaan pemerintah.
9. Ada masalah nyata yang dapat kita tawarkan solusinya
LKJiP Disparpora mencatat 101.799 kunjungan wisatawan pada 2023, turun dari 134.618 pada 2022, dan laporan tersebut mengaitkan penurunan dengan tidak adanya pembangunan dan pemeliharaan destinasi pada 2023.
Ada perbedaan angka dengan penelitian akademik yang menggunakan data lain, jadi saya sarankan angka resmi LKJiP yang dipakai dalam proposal, bukan angka dari penelitian sekunder.
Justru ini memberi peluang untuk fitur:
Tourism Data & Command Dashboard
yang menyatukan data kunjungan, destinasi, wisatawan, event dan performa promosi sehingga pimpinan tidak lagi bergantung pada data yang tersebar.
10. Temuan yang sangat menarik: investasi ekowisata
Ini bahkan bisa memperluas proposal dari Disparpora ke DPMPTSP Aceh Tenggara.
Renstra DPMPTSP 2025–2029 secara eksplisit mencantumkan:
mendorong investasi berkelanjutan sektor ekowisata;
penyusunan peta potensi investasi ekowisata;
peningkatan realisasi investasi sektor pariwisata alam;
penyediaan media promosi investasi ekowisata;
dan forum investasi ekowisata.
Ini luar biasa cocok dengan dua komponen proposal MSN:
Tourism Investment Gateway + IPRO Center.
Bahkan DPMPTSP memiliki website aktif tahun 2026 dan email:
dpmptspagr@gmail.com
Alamat: Jl. Jenderal A. Yani No.17, Kutacane, Aceh Tenggara.
Jadi Aceh Tenggara sebenarnya bisa kita masuki melalui dua OPD sekaligus: Disparpora + DPMPTSP.
11. Potensi positioning destinasi
Aceh Tenggara mempunyai diferensiasi yang sangat kuat untuk pemasaran digital, terutama Ketambe dan kawasan Sungai Alas. Website Disparpora sendiri menonjolkan Wisata Alam Ketambe, sedangkan Sungai Alas dipromosikan untuk wisata petualangan/arung jeram.
Ini cocok sekali untuk konsep:
Explore Aceh Tenggara
dengan segmentasi:
Nature & Ecotourism → Adventure Tourism → River Tourism → Culture → Culinary → Creative Economy → Investment Opportunities.
Dan karena DPMPTSP sendiri sudah menetapkan ekowisata sebagai salah satu arah investasi, kita mempunyai narasi lintas OPD yang sangat kuat.
12. Database Prospek MSN — Aceh Tenggara
Saya tetapkan sementara:
OPD: Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga
Kadis: Bakri Saputra, S.Pd., M.Si.
Target Utama: Indra Wahyudi, ST — Kabid Pemasaran Pariwisata
Target 2: Ferry Sinulingga, S.Kep. — Kabid Industri & Destinasi
Sekretaris: Elyulizar, SS., M.Si.
Telepon: (0629) 21251
Email 1: Dinaspariwisataagara19@gmail.com
Email 2: disparpora@acehtengggarakab.go.id
Website: Disparpora Aceh Tenggara
Portal Pariwisata: SIMPARDA Aceh Tenggara
Alamat: Jl. Kutacane–Blangkejeren No.345 Km 4,5 / Tanah Merah, Kec. Badar, Aceh Tenggara 24651
WA Kadis: belum terverifikasi
WA Kabid Pemasaran: belum terverifikasi
Status: P1 — Decision maker dan PIC teridentifikasi
Skor prospek MSN: 9,7/10 — PRIORITAS SANGAT TINGGI
Saya bahkan menilai Aceh Tenggara sebagai salah satu target terbaik yang kita temukan sejauh ini. Alasannya bukan hanya potensi wisatanya, tetapi mereka sudah memiliki SIMPARDA yang dapat dimodernisasi, mempunyai Bidang Pemasaran Pariwisata tersendiri, target kinerja pariwisata yang jelas, serta DPMPTSP mempunyai agenda peta dan promosi investasi ekowisata.
Langkah berikutnya yang paling bernilai adalah pengejaran kontak WA Indra Wahyudi/Ferry Sinulingga serta membedah Perbup No.16/2026 dan dokumen perencanaan/anggaran terbaru. Karena Perbup tersebut baru terbit 26 Agustus 2026, kita juga perlu memastikan apakah struktur baru mengubah nama bidang atau pejabat sebelum surat proposal dikirim. Setelah itu saya bisa tentukan kepada siapa surat ditujukan, siapa yang di-WA terlebih dahulu, dan program APBD mana yang paling tepat untuk masuknya Smart Tourism MSN.